Hai… Lelaki yang telah membuat aku jatuh cinta !!!
Kau ingat…??? Sebelum kisah cinta ini kita mulai… Ketika itu kau memintaku untuk menjadi kekasih mu meskipun waktu itu aku sempat menolak beberapa kali, tetapi kau tak pernah menyerah, bahkan kau terus menunjukkan kesungguhanmu bahwa kau mencintaiku dengan sungguh-sungguh, sehingga kesungguhanmu itu membuat hatiku tertarik pada sikapmu, dan pada saat itu aku meyakini diriku bahwa kau orang yang tepat yang mampu menjaga hatiku sebaik mungkin… Tanpa meminta dukungan dari siapapun, aku menerimamu sesuai dengan keinginan hatiku dan pilihanku sendiri. Iyaa, aku menerimamu menjadi kekasihku, mencoba untuk mencintaimu dan menerima semua kekurangan serta kelebihanmu, padahal saat itu aku telah berniat untuk tidak membuka hati untuk siapapun dan tidak akan mencintai siapapun hanya karna alasan “Tak ingin menderita karna cinta” ! Iya..! itu adalah alasanku karna sebelumnya aku pernah terluka… Namun ketakutan itu musnah begitu saja ketika aku melihat kesungguhanmu dan itu membuatku percaya bahwa kau adalah lelaki yang akan menjaga hatiku, yang akan menciptakan kebahagiaan serta keindahan dalam cinta yang akan kita rangkai bersama…
Sebulan, 2 bulan dan seterusnya aku cukup bahagia dengan segala perhatian yang kau tuangkan dalam kehidupanku, dan aku merasa bahwa aku adalah wanita yang beruntung yang mendapatkan kasih sayang darimu dan saat itu kau pun berhasil membuat aku jatuh cinta padamu… Aku berfikir bahwa kasih sayangmu itu takkan pernah berakhir, seiring berjalannya waktu ketulusan pun hadir dan hatiku benar-benar mencintaimu dan semakin takut kehilanganmu. Iya.. aku takut kehilanganmu bahkan sangat-sangat takut !
Waktu terus berjalan Begitu banyak suka duka yang telah kita hadapi bersama, berbagai masalah muncul dan segala emosi mulai menguasai diri kita dan pertengkaran hebat pun terjadi dalam hubungan kita… Segala perubahan pun terjadi. Cahaya cinta kita mulai padam !
Aku tak tau mengapa ini semua terjadi, mengapa perubahan pada dirimu itu muncul. Semakin lama kita menjalani hubungan ini rasanya semakin rumit. Secara perlahan-lahan kau mulai menyayat sebuah hati yang tulus mencintaimu !
Dimana letak kasih sayang mu saat ini…??? Apa kau bahagia aku terluka seperti ini…??? Kemanakah kesungguhanmu yang kau tunjukkan padaku dulu…??? Mana bukti rasa sayangmu…??? Mana janjimu yang katanya akan kau tepati…??? Dimana… Dimana… Dimana…??? Ayolah… tunjukan padaku… jangan hanya melontarkan dari mulutmu… cobalah beri aku bukti… ***
Kau tau…??? Seberapa besar rasa cinta ini…??? Aku mencintaimu melebihi cinta pada diriku sendiri, aku tau itu kesalahan, tapi aku tak bisa mengelak karna memang benar rasa cintaku untukmu itu terlalu besar… tapi sepertinya kau tak peduli dengan itu !
Selama 2 tahun ini aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia, meski usahaku itu tak pernah terlihat tetapi itu tidak membuatku berhenti untuk terus berusaha, aku selalu ingin yang terbaik untukmu. Aku mencoba bersabar dengan tingkah lakumu yang terkadang membuat aku muak, aku mencoba bertahan meski itu menyakitkan bagi diriku sendiri tapi itu tak membuatku putus asa untuk tetap mempertahankan hubungan ini… terkadang aku lelah dengan semuanya, aku lelah berpura-pura tersenyum di atas rasa sakit ini, aku lelah menahan semua ini sendiri. Aku ingin kau mengerti aku tapi sebaliknya aku yang harus selalu mengerti kamu, dan tanpa pilihan lain aku pun mengIYAkan.
Apa ini bentuk rasa sayangmu padaku, kau menghilang begitu saja tanpa memberiku satu kabarpun, disini dengan penuh kekhawatiran aku selalu menerka-nerka apa kau baik-baik saja…? Dan aku selalu mendapat jawaban kosong dari terkaanku itu.
Dimana pun kamu, aku selalu berharap kau baik-baik saja, entah dengan siapa itu. Aku disini selalu menanti kabar darimu, tolonglah untuk mengerti aku, cobalah pandang diriku, aku sama sekali tidak bahagia dengan tingkahmu saat ini… aku rindu kamu yang dulu, tolonglah kembali dengan sosok yang aku rindui itu…. Tolonglah, jangan jadikan kesungguhanmu dulu itu sebagai topeng yang hanya untuk mendapatkanku…!!
Waktu terus berjalan Begitu banyak suka duka yang telah kita hadapi bersama, berbagai masalah muncul dan segala emosi mulai menguasai diri kita dan pertengkaran hebat pun terjadi dalam hubungan kita… Segala perubahan pun terjadi. Cahaya cinta kita mulai padam !
Aku tak tau mengapa ini semua terjadi, mengapa perubahan pada dirimu itu muncul. Semakin lama kita menjalani hubungan ini rasanya semakin rumit. Secara perlahan-lahan kau mulai menyayat sebuah hati yang tulus mencintaimu !
Dimana letak kasih sayang mu saat ini…??? Apa kau bahagia aku terluka seperti ini…??? Kemanakah kesungguhanmu yang kau tunjukkan padaku dulu…??? Mana bukti rasa sayangmu…??? Mana janjimu yang katanya akan kau tepati…??? Dimana… Dimana… Dimana…??? Ayolah… tunjukan padaku… jangan hanya melontarkan dari mulutmu… cobalah beri aku bukti… ***
Kau tau…??? Seberapa besar rasa cinta ini…??? Aku mencintaimu melebihi cinta pada diriku sendiri, aku tau itu kesalahan, tapi aku tak bisa mengelak karna memang benar rasa cintaku untukmu itu terlalu besar… tapi sepertinya kau tak peduli dengan itu !
Selama 2 tahun ini aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia, meski usahaku itu tak pernah terlihat tetapi itu tidak membuatku berhenti untuk terus berusaha, aku selalu ingin yang terbaik untukmu. Aku mencoba bersabar dengan tingkah lakumu yang terkadang membuat aku muak, aku mencoba bertahan meski itu menyakitkan bagi diriku sendiri tapi itu tak membuatku putus asa untuk tetap mempertahankan hubungan ini… terkadang aku lelah dengan semuanya, aku lelah berpura-pura tersenyum di atas rasa sakit ini, aku lelah menahan semua ini sendiri. Aku ingin kau mengerti aku tapi sebaliknya aku yang harus selalu mengerti kamu, dan tanpa pilihan lain aku pun mengIYAkan.
Apa ini bentuk rasa sayangmu padaku, kau menghilang begitu saja tanpa memberiku satu kabarpun, disini dengan penuh kekhawatiran aku selalu menerka-nerka apa kau baik-baik saja…? Dan aku selalu mendapat jawaban kosong dari terkaanku itu.
Dimana pun kamu, aku selalu berharap kau baik-baik saja, entah dengan siapa itu. Aku disini selalu menanti kabar darimu, tolonglah untuk mengerti aku, cobalah pandang diriku, aku sama sekali tidak bahagia dengan tingkahmu saat ini… aku rindu kamu yang dulu, tolonglah kembali dengan sosok yang aku rindui itu…. Tolonglah, jangan jadikan kesungguhanmu dulu itu sebagai topeng yang hanya untuk mendapatkanku…!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar